Rabu, 31 Desember 2014

Pembahasan Kasus Berdasarkan Teori McClleland

Artikel 1

Kamis, 25 Desember 2014 - 12:20
Bermula dari Melihat, Kini Pentas di Festival Bambu Nusantara
Midori dan Mayuna, Dua Ekspatriat Jepang Penggemar Angklung
 16 Google +0  0  0  0  0


PIAWAI: Midori dan Mayuna mencintai musik Angklung
Mahir bermain angklung, bagi Midori, 38, dan Mayuna, 28, adalah hal istimewa. Bagaimana kisahnya hingga mereka berdua mahir bermain angklung hingga merasakan pentas di festival Angklung Nusantara?
NASUHA, Jakarta
INDOPOS berkesempatan menyaksikan grup Arumba Melodi Manis berlatih mempersiapkan acara perpisahan salah satu anggota grupnya yang akan kembali ke negara asalnya, Jepang. Karena dua orang anggotanya tidak masuk, terpaksa dua pelatih harus menggantikannya untuk bermain alat musik arumba.
Walaupun terlihat kewalahan untuk menyesuaikan nada yang diringi rekannya yang lain, Mayuna tetap semangat memainkan angklung melodi. Wajar, kalau Mayuna masih belum lancar untuk memainkan alat musik khas Jawa Barat ini. Pasalnya dia baru tujuh bulan bergabung dan berlatih di grup Arumba Melodi Manis.
Lagu demi lagu yang diaransemen pelatih terus dimainkan. Dari lagu-lagu Indonesia, Jepang hingga Eropa. Ada lagu Jounetsu Tairiku, Aiueo Ngaku, Hanawasaku, Amazing Grace, dan Jingle Bells. Lalu ditutup dengan lantunan lagu Rasamu adalah Rasaku.
’’Minggu(21/12) saya akan kembali ke Jepang. Latihan kali ini untuk persiapan acara perpisahan sekaligus untuk dokumentasi anggota yang akan kembali ke Jepang,” ujar Mayuna ketika ditemui INDOPOS di Taman Mini Indonesia Indah, Kamis(18/12) lalu.
Menurut perempuan kelahiran Yamaguchi, 4 Juni 1986, alat musik angklung sangat unik. Apalagi, kata dia, suara angklung itu unik, natural dan rileks. Selama berlatih bersama Arumba Melodi Manis, ujar Mayuna, dirinya sudah cukup menguasai teknik bermain angklung.
’’Setibanya saya di Jepang, saya akan berlatih lagi bermain angklung di grup angklung,’’ ucap ekspatriat Jepang yang sudah 1,5 bulan tinggal di Indonesia.
Sembari tersenyum, perempuan istri pengusaha yang memiliki kantor di Cibitung, Bekasi ini mengaku sangat menyukai alat musik angklung. Alat musik ini, menurut dia kelihatan mudah untuk dimainkan, tetapi ternyata butuh kejelian dan ketekunan untuk dapat memainkan satu lagu.
Hal sama diungkapkan Midori, 38. Perempuan kelahiran Miyagi, Januari 1976, ini mengaku awalnya hanya melihat temen bermain angklung. Namun karena alunan suaranya yang merdu dia pun tertarik dan berlatih bersama teman-teman ekspatriat di grup Arumba Melodi Manis.
Di bawah asuhan pelatih bernama Budi Abdulrahman, 56, Midori kini mampu bermain angklung Arumba hanya dalam waktu dua tahun. Menurut perempuan yang mengikuti suaminya bekerja di salah satu perusahaan Migas di Jakarta, sejak tinggal di Indonesia lebih dua tahun lalu, dia mempunyai keinginan untuk mampu menguasai alat musik tradisional di Indonesia. Angklung, kata dia mudah untuk dimainkan, namun untuk menguasai tekniknya tidaklah mudah.
’’Angklung sangat Indonesia banget, makanya saya tekun berlatih untuk dapat menguasai teknik bermain angklung,” ujar Midori kepada INDOPOS sembari tersenyum simpul. (*)



Artikel 2
Widodo C Putra: Erol Iba Sudah Pra Kontrak di Persepam
Selasa, 30 Desember 2014 13:59 WIB












IST
Erol Iba
Laporan Wartawan Harian Super Ball, Sigit Nugroho


TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - PelatihPersepam Madura United, Widodo C Putra mengatakan, dirinya meminta mantan pemain Sriwijaya FC, Erol Iba untuk bergabung. Bahkan menurut Widodo, manajemenPersepam Madura sudah memberikan pra kontrak kepada Erol.
"Erol Iba sudah melakukan tanda tangan pra kontrak saat ikut latihan selama tiga hari. Selain Erol, kami juga sudah melakukan pra kontrak dengan Sirvi Arfani, Tamsil, Jajang Paliama, FX Yanuar Wahyu, dan Aang Suparman," ucap Widodo kepada Harian Super Ball, Selasa (30/12/2014).

Menurut Widodo, dirinya tertarik merekrut Erol, karena dia pemain berpengalaman yang bisa dijadikan panutan pemain lain. "Erol memiliki banyak pengalaman. Mudah-mudahan dia bisa menjadi motor dan motivator pemain lain untuk tampil lebih semangat untuk mewujudkan target untuk lolos ke kompetisi Liga Super Indonesia (LSI). Saya berharap Erol bisa menjadi pemain senior yang menginspirasi pemain lain. Dia juga masih pantas untuk menjadi bagian tim yang akan bekerja keras musim depan," ujar Widodo.
Penulis: Sigit Nugroho
Editor: Dewi Pratiwi
Sumber: Super Ball

Artikel 3
Paduan Suara Inggris Pecahkan Rekor Dunia
Selasa, 23 Desember 2014 - 05:55 wib | 
Andyta Fajarini - Okezonehttp://bdev.okezone.com/delivery/lg.php?bannerid=3284&campaignid=1869&zoneid=1535&loc=1&referer=http%3A%2F%2Fnews.okezone.com%2Fread%2F2014%2F12%2F22%2F18%2F1082488%2Fpaduan-suara-inggris-pecahkan-rekor-dunia&cb=05881968d1

Kelompok paduan suara Inggris. (Foto: Starnov)
LONDON – Sekelompok paduan suara berhasil memecahkan rekor dunia dengan melakukan konser di atas ketinggian 11.887 meter. Kelompok bernama ACM Gospel Choir itu bernyanyi di dalam pesawat Easyjet Airlines dengan rute penerbangan Bandara Gatwick, London, menuju Jenewa, Swiss.
Konser yang berlangsung selama 15 menit itu menyanyikan beberapa lagu Natal. Aksi unik tersebut menarik perhatian para penumpang Easyjet Airlines.
“Menyanyi adalah sebagian dari jiwa kami. Kami telah bernyanyi di beberapa tempat yang menakjubkan, aneh, bahkan berbahaya,” kata Mark de Lisser, salah seorang konduktor ACM Gospel Choir, seperti dilansir Orange, Selasa (23/12/2014).
“Tapi, ini adalah yang pertama kali bagi kami. Bernyanyi di ketinggian lebih dari 11.887 meter dan mendapatkan sorak sorai dari para penumpang pesawat,” tambahnya.
Aksi unik ACM Gospel Choir itu dilakukan untuk mengumpulkan dana amal ke Unicef sebagai bagian dari program terbaru Easyjet Airlines.
Juru Bicara Easyjet, Paul Moore, menambahkan bahwa program terbaru ini dilakukan untuk menghibur para penumpang dan upaya meraih rekor Guinness World saat Natal.
(hmr)



McClleland’s Need Theory

Need for achievement
Need for achievement (nAch) is the drive to succeed and get the job done. People with a high need for achievement enjoy the challenge of work, and are motivated to get ahead and to solve problems. They are task-oriented rather than relationship-oriented. Task-oriented means focusing on the task itself, whereas relationship-oriented means focusing on relationships between people, to help to get the job done.
People who are achievement-motivated typically prefer to master a task or situation. They prefer working on tasks of moderate difficulty, prefer work in which the results are based on their effort rather than on anything else, and prefer to receive feedback on their work. Achievement based individuals tend to avoid both high risk and low risk situations. Low risk situations are seen as too easy to be valid and the high risk situations are seen as based more upon the luck of the situation rather than the achievements that individual made. This personality type is motivated by accomplishment in the workplace and an employment hierarchy with promotional positions.



Need for affiliation
Need for affiliation (nAff) is the need to be likely by, and to interact in positive ways with, other people. Those with a high need for affiliation work to maintain friendships and prefer working with others. Their main motivation for working has to do with the social context within which their work takes place, and as a general rule they are more readily motivated by co-operation in the workplace, rather than by competition.
People who have a need for affiliation prefer to spend time creating and maintaining social relationships, enjoy being a part of groups, and have a desire to feel loved and accepted. People in this group tend to adhere to the norms of the culture in that workplace and typically do not change the norms of the workplace for fear of rejection. This person favors collaboration over competition and does not like situations with high risk or high uncertainty. People who have a need for affiliation work well in areas based on social interactions like customer service or client interaction positions.

Need for power
Need for power (nPow) is the need to control the activities of others and to be in control. Those with a high need for power are more interested in having power than in achieving the task they are doing. Their main motivation for working is to have high status or influence within their organization. McClelland distinguished between personal power (the power to achieve one’s own ends) and institutional power (the power to achieve the targets or goals’ organisation).
This motivational need stems from a person's desire to influence, teach, or encourage others. People in this category enjoy work and place a high value on discipline. The downside to this motivational type is that group goals can become zero-sum in nature, that is, for one person to win, another must lose. However, this can be positively applied to help accomplish group goals and to help others in the group feel competent about their work. A person motivated by this need enjoys status recognition, winning arguments, competition, and influencing others. With this motivational type comes a need for personal prestige, and a constant need for a better personal status.



PEMBAHASAN KASUS

Artikel 1
Midori, Mayuna, dan rekan yang lainnya datang ke Indonesia karena ketertarikan mereka akan keindahan angklung. Mereka mempelajari alat musik tradisional Indonesia tersebut dengan tekun agar mereka masing-masing dapat menguasai tekhnik bermain dengan mahir. Keinginan ini disebut McClleland  dengan need for achievement.

Artikel 2
Widodo C. Putra, pelatih Persepam, mengajak Erol untuk bergabung dalam tim sepakbola bimbingannya. Tidak sekedar bermain, Ia juga mengontrak Erol untuk menjadi panutan pemain lain. Widodo juga baerharap agar Erol menjadi motor dan motivator pemain lain untuk tampil lebih semangat untuk mewujudkan target untuk lolos ke kompetisi Liga Super Indonesia (LSI). Posisinya sebagai coach,  penunjukannya atas Erol, dan keinginannya agar tim ini dapat lolos ke kompetisi LIS ini disebut McClleland dengan need for power.

Artikel 3
Need for affiliation terihat jelas pada kasus ini dimana masing-masing anggota ACM Gospel Choir dan conductur tetap mempertahankan Choir ini dan melakukan berbagai hal unik, bahkan memecahkan rekor bernyanyi diatas ketinggian 11.887 meter. Aksi mereka bernyanyi di dalam pesawat ini membangkinkan kegembiraan penumpang yang ada di dalam pesawat dan apresiasi yang mereka terima dari penumpang pesawat. Aksi-aksi mereka muncul karena adanya kebutuhan berafiliasi. Aksi yang mereka lakukan diatas pesawat ini merupakan bentuk afiliasi untuk membantu mengumpulkan dana ke UNICEF.


Source:
Christine Brain, 2002. Advanced Psychology: Applications, Issues and Perspectives. Cheltenham: Nelson Thornes Ltd.

http://en.wikipedia.org/wiki/Need_theory (diakses 31 Desember 2014)          



Senin, 24 November 2014

Christmas Greeting & Card


Ding dong ding dong...
The bells are ringing...
With joyful ring, all caroling...
From everywhere filling the air...
Christmas is comin' ....





WISHING YOU A VERY MERRY CHRISTMAS!





Mengingat beberapa hari lagi sudah bulan Desember dan perayaan natal akan dimulai, saya ingin mengucapkan selamat hari natal for everyone. Semoga kita merasakan sukacita natal yang luar biasa pada tahun ini. Saya membuat kartu ucapan natal (yg tidak dapat saya bagikan satu persatu)untuk menyambut sukacita natal.

Pembuatannya tidak sulit. Hanya saja desain ucapannya harus sangat diperhatikan "simple, bermakna, dan mudah diingat dengan melihat sekilas".

There's a bell. Lonceng bermakna menyambut Ia yang telah lahir ke dunia. Lonceng juga bermakna memberitakan kelahiranNya.
Bintang diatas pohon natal melambangkan Ia yg lahir. Dilambangkan sebagai Terang. Terangnya menyinari dunia. Terang itu sendiri bermakna menghapus kegelapan (dosa).
Gifts bermakna sukacita.
Pohon natal melambangkan iman. Pohon natal bermakna bahwa kita seperti pohon yg bertumbuh, berakar, dan berbuah. Menjadi berkat dan bermanfaat bagi orang lain.







Kamis, 23 Oktober 2014

Konsep Performa Kelompok 2 Kreativitas



Proses:


(Wallas’ 4-Stages of The Creative Proccess, 1926)

Persiapan
Pertama, kami memikirkan apa yang akan kami tunjukkan (perform). Kami mencari ide di internet, melihat gambar-gambar hasil kreativitas orang lain, dan juga menanyakan pada senior tentang performa yang mereka tampilkan tahun lalu.
Inkubasi
Kami sepakat untuk memikirkan ide masing-masing tanpa mengadakan diskusi kelompok selama beberapa waktu.
Iluminasi
Kemudian muncul ide dari beberapa anggota kelompok. Muncul ide membuat video menceritakan gifted children dengan stop motion, ide membuat sesuatu dari kulit telur, melukis dengan tutup botol air mineral, dan ada juga ide recycle barang bekas.
Aha! Akhirnya kami memutuskan membuat sepatu bekas menjadi kembali berguna & chic!
Verifikasi
Untuk membuatnya menjadi cantik kembali dibutuhkan hal-hal yang benar-benar menutupi permukaan sepatu karena keadaan permukaan sepatu sudah tidak bagus dan tidak menarik.

Bahan:
*      Sepatu bekas
*      Tanaman kering
*      Tinta
*      Lem

Alat:
*      Gunting
*      Pinset
*      Penggaris
*      Pensil





Created by:
Utary

Kamis, 02 Oktober 2014

Indonesia

melukiskan sebagian dari Indonesia dengan teknik grafito





Ampera Bridge

Honai

Tenun ulos, Cicak & Adop-adop (breast),
Borobudur Temple

Horas in aksara Batak Toba,
Perempuan Bali, Pura






created by: Utary Monadevy Pardede (131301095)

Sabtu, 21 Juni 2014

Anak Berkebutuhan Khusus


SLB A
Metode pembelajaran untuk anak buta total dan low vision
Anak buta total:
1.      Media berbasis manusia: guru instruktur dan kelompok
2.      Media cetak: buku Braille, bagan timbul, grafik timbul, denah, peta timbul, miniatur, dan benda tiruan
3.      Media audio: rekaman suara
4.      Media komputer: talking komputer, printer braille, display braille, perpus, braille
5.      Media benda asli dan lingkungan benda-benda sekitar, lingkungan sosial dan alam
Lowvision
1.      Manusia: guru instruktur tutor main-peran dan kegiatan kelompok
2.      Cetak: buku penuntun, latihan, alat bantu kerja dan lembaran lepas
3.      Visual: buku, alat bantu kerja, bagan, grafik, peta gbr
4.      Audio visual: video, film, slide-tape, tv
5.      Komputer: JAWS(screen reader atau pembaca layar)

SLB B
Fasilitas sekolah, ruang speech theraphy, ruang bina komunikasi, persepsi bunyi dan irama.
Tiga jenis utama ketungarunguan menurut lokasi gangguan :
1.      Conductive loss, gangguan pada luar telingah yang menghambat gelombang bunyi kedalam telinga.
2.      Sensory neural loss, kerusakan pada bagian dalam telingah yang mengakibatkan terhambatnya pengiriman pesan bunyi ke otak.
3.      Central auditory proccessing disorder, gangguan pada sistem saraf pusat auditer yang mengakibatkan individu kesulitan memahami apa yang di dengar.
Tingkat ketunarunguan :
1.      Ringan (mild), bunyi dengan intensitas 20 – 40 dB
2.      Sedang (moderate) bunyi intensitas 40-65 dB
3.      Berat(Severe heiring impirment), bunyi dengan intensitas 65-95 dB
4.      Berat sekali (Profound heiring impirment) bunyi dengan intensitas 95 dB atau lebih keras
Metode Pengajaran Anak Tunarungu
1.      Belajar bahasa melalui pembaca ujaran (speech reading)
2.      Belajar bahasa melalui pendengaran (alat bantu)
3.      Manual (bahasa isyarat)

SLB C
Ciri utama mental retardation adalah melemahnya fungsi intelektual. Anak juga sulit menyesuaikan diri dan berkembang, tidak bisa menguasai kemampuan sesuai umurnya dan tidak merawat dirinya sendiri
Ringan(55-70), moderat(40-54), berat(25-39), parah(<25)
Educable.. bisa dididik sampai kelas 5-6 lalu dimasukkan pada sekolah SLB C
Trainable..moderant, bisa dilatih merawat diri, pertahanan diri, cara makan
-          Pembelajaran harus intens karena mereka membutuhkan sistem pembelajaran yang kontinu dan konsisten disamping itu pembelajaran yang intensif juga sangat penting bagi mereka karena dapat mendukung dalam mendapatkan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan mereka.

SLB D
·         Sekolah dengan tangga tanpa anak tangga,yang memudahkan mobilitas siswa-siswi yang memakai kursi roda.
·         Ada pembelajaran pemulihan dan pengembangan fisik.
·         Menurut Frances P. Connor (1995) ada 7 aspek yang perlu dikembangkan pada diri masing-masing anak tunadaksa:

-          Pengembangan intelektual dan akademik
-          Membantu perkembangan fisik
-          Meningkatkan perkembangan emosi dna penerimaan diri anak
-          Mematangakan aspek sosial
-          Mematangkan moral spiritual
-          Meningkatkan ekspresi diri
-          Mempersiapkan masa depan anak

SLB E
·         Masalah emosi
·         Pembelajaran untuk melatih emosi : belajar untuk lebih tenang dan lebih sabar dalam melaksankan kegiatan.
·         Metode : Pemberian tugas yang melatih kesabaran seperti puzzle, lego, mewarnai dan lain-lain

·         Ada psikolog untuk memonitor emosi siswa




Tugas ini dikerjakan oleh Kelompok 2 mata kuliah Psikologi Pendidikan, Fakultas Psikologi USU

Ketua  :           Jane Kosasih (13-077)
Anggota:          Dian Andini (13-061)
                       Dinda Sundari (13-089)
                       Utary Monadevy (13-095)
                       Beby Natalia (13-127)